Setiap kali jarum indikator bensin mendekati huruf ‘E’, pertanyaan yang sama selalu muncul: “Isi Pertalite lagi atau coba Pertamax, ya?” Di satu sisi, ada bisikan hemat yang menggoda. Di sisi lain, ada keinginan merawat “kuda besi” kesayangan agar tetap prima.
Ini bukan sekadar pilihan antara yang lebih murah dan yang lebih mahal. Percayalah, ini adalah keputusan krusial yang menentukan kesehatan jangka panjang mesin mobil Anda. Sebagai jurnalis yang sudah membongkar dan mencoba ratusan mobil, saya akan tunjukkan peta perangnya agar Anda tidak salah langkah.
Pemain Utama: Apa Itu Angka Oktan?
Sebelum kita masuk ke keuntungan dan kerugian, kita wajib kenalan dulu dengan sang pemeran utama: Oktan (RON – Research Octane Number).
Anggap saja oktan adalah tingkat “kesabaran” bensin sebelum terbakar oleh tekanan. Semakin tinggi oktannya, semakin sabar bensin tersebut untuk tidak terbakar sebelum busi memercikkan api. Mengapa ini penting? Karena mesin modern punya kompresi tinggi yang bisa “memaksa” bensin beroktan rendah terbakar sebelum waktunya. Fenomena inilah yang kita kenal sebagai knocking atau ngelitik.
- Premium (RON 88): Sang Legenda yang Terlupakan
- Pertalite (RON 90): Pilihan Rakyat Jelata
- Pertamax (RON 92): Standar Emas Kendaraan Modern
Sekarang, mari kita bedah satu per satu.
Pertalite (RON 90): Pahlawan Dompet yang Punya Syarat
Tidak bisa dipungkiri, Pertalite adalah penyelamat saat tanggal tua. Harganya yang lebih terjangkau membuatnya menjadi pilihan utama jutaan pengendara di Indonesia. Namun, di balik harganya yang bersahabat, ada beberapa hal yang wajib Anda ketahui.
Keuntungan Memakai Pertalite:
- Harga Lebih Murah: Ini adalah keuntungan paling nyata. Selisih beberapa ribu rupiah per liter terasa signifikan jika Anda mengisi penuh tangki. Akibatnya, pengeluaran untuk bahan bakar bisa ditekan.
- Ketersediaan Luas: Anda bisa menemukan Pertalite dari Sabang sampai Merauke, bahkan di SPBU kecil sekalipun. Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar di daerah terpencil.
Kerugian Tersembunyi Pertalite:
- Potensi Knocking (Ngelitik): Inilah pain point terbesar. Jika mobil Anda punya rasio kompresi di atas 10:1 (umumnya mobil keluaran 2018 ke atas), menggunakan Pertalite bisa memicu ngelitik. Suara “tek-tek-tek” saat akselerasi adalah tanda pembakaran tidak sempurna yang sedang menyiksa piston dan dinding silinder Anda.
- Tarikannya Terasa “Berat”: Karena pembakaran kurang efisien pada mesin kompresi tinggi, tenaga yang dihasilkan pun tidak maksimal. Anda mungkin merasa akselerasi sedikit lebih lambat atau “ngeden”.
- Lebih Boros (secara Kondisional): Ini mungkin terdengar aneh. Meskipun harganya murah, pada mesin yang tidak cocok, ECU (komputer mobil) akan berusaha menyesuaikan waktu pengapian, yang sering kali justru membuat konsumsi BBM sedikit lebih boros untuk mencapai tenaga yang sama. Jadi, hemat di awal, boros di akhir.
Studi Kasus Nyata: Budi, seorang pengguna Toyota Avanza tahun 2021, bercerita. “Awalnya saya selalu isi Pertalite untuk hemat. Tapi kok tarikannya berat dan kadang ada suara aneh. Setelah saya coba isi penuh Pertamax tiga kali berturut-turut, mesin jadi jauh lebih halus dan anehnya jadi sedikit lebih irit. Ternyata, selisih harganya jadi tidak terasa.”
Pertamax (RON 92): Investasi Kesehatan Mesin Jangka Panjang
Banyak yang menganggap Pertamax adalah pilihan “gengsi” atau buang-buang uang. Ini adalah miskonsepsi total. Bagi mobil yang tepat, Pertamax bukanlah biaya, melainkan sebuah investasi cerdas.
Keuntungan Memakai Pertamax:
- Pembakaran Sempurna, Performa Maksimal: Dengan oktan 92, Pertamax sangat ideal untuk mesin dengan kompresi 10:1 hingga 11:1. Hasilnya? Pembakaran terjadi pada waktu yang presisi, menghasilkan tenaga yang optimal. Akselerasi terasa lebih responsif dan enteng.
- Mesin Lebih Sehat dan Awet: Karena tidak ada gejala ngelitik, komponen vital seperti piston, klep, dan stang seher menjadi jauh lebih awet. Selain itu, Pertamax dilengkapi teknologi PERTATEC (Pertamina Technology), yaitu zat aditif yang diklaim mampu membersihkan kerak karbon di ruang bakar.
- Efisiensi Bahan Bakar Lebih Baik: Pembakaran yang sempurna berarti setiap tetes bensin diubah menjadi tenaga secara efisien. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan jarak tempuh yang sedikit lebih jauh per liternya dibandingkan Pertalite pada mesin yang sama.
Kerugian Memakai Pertamax:
- Harga Lebih Mahal: Tentu saja, ini adalah kerugian yang paling jelas. Anda harus merogoh kocek lebih dalam setiap kali mengisi bahan bakar. Inilah penghalang utama bagi sebagian besar orang.
Bagaimana dengan Premium (RON 88)?
Singkatnya: Lupakan saja. Bensin ini dirancang untuk mobil-mobil teknologi lawas dengan rasio kompresi di bawah 9:1 (seperti Toyota Kijang Karburator atau Suzuki Carry 1.0). Menggunakannya pada mobil modern sama saja dengan “bunuh diri” mesin secara perlahan. Kerak menumpuk, ngelitik parah, dan efisiensi hancur lebur.
baca juga: Tips mengatasi ban Kendaraan yang Bocor saat perjalanan
Kesimpulan: Jadi, Mobil Saya Harus Minum Apa?
Berhenti menebak-nebak. Jawaban paling akurat ada di buku manual kendaraan Anda. Pabrikan sudah menuliskan dengan jelas rekomendasi oktan minimal yang dibutuhkan mesin Anda.
Namun, sebagai panduan cepat dari saya:
- Cek Rasio Kompresi Mobil Anda: Cukup ketik di Google: “rasio kompresi [nama mobil Anda]”.
- Di bawah 10:1: Anda aman menggunakan Pertalite (RON 90). Mobil-mobil LCGC (Agya, Ayla, Calya, Sigra) atau MPV generasi lama (Avanza/Xenia sebelum 2015) umumnya masuk kategori ini.
- Di atas 10:1: Sangat disarankan, bahkan bisa dibilang wajib, menggunakan Pertamax (RON 92) atau yang lebih tinggi. Hampir semua mobil modern (HR-V, Innova Reborn, Xpander, Ertiga baru, dll.) masuk ke dalam kategori ini.
- Dengarkan Mesin Anda: Jika Anda menggunakan Pertalite dan mendengar suara ngelitik saat menanjak atau berakselerasi, itu adalah jeritan minta tolong dari mesin Anda. Segera beralih ke Pertamax.
Pilihan akhir selalu ada di tangan Anda. Apakah Anda ingin penghematan sesaat dengan risiko kerusakan jangka panjang, atau sedikit investasi lebih untuk performa prima dan ketenangan pikiran?
Jadilah pemilik yang cerdas, bukan sekadar pengguna. Mesin Anda akan berterima kasih.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Muncul)
T: Boleh nggak sih mencampur Pertalite dan Pertamax? J: Boleh saja dalam kondisi darurat, tidak akan langsung merusak mesin. Namun, ini tidak disarankan untuk jangka panjang. Mencampur RON 90 dan 92 tidak serta merta menghasilkan RON 91 yang stabil. Anda hanya akan mendapatkan bensin dengan kualitas yang “tanggung”.
T: Apa efek paling parah jika mobil kompresi tinggi terus-menerus diisi Pertalite? J: Efek jangka panjangnya adalah penumpukan kerak karbon yang parah di piston dan klep, yang akan terus-menerus menyebabkan pre-ignition (pembakaran dini). Dalam kasus ekstrem, bisa menyebabkan piston bolong dan Anda harus turun mesin, yang biayanya puluhan juta rupiah.
T: Apakah pakai Pertamax di mobil tua (LCGC) akan membuat tarikannya lebih kencang? J: Sedikit sekali, bahkan mungkin tidak terasa. Mesin kompresi rendah tidak membutuhkan oktan tinggi. Menggunakan Pertamax pada mesin ini memang membuat pembakaran lebih bersih, tetapi tidak akan memberikan lonjakan tenaga yang signifikan. Anda hanya akan “membakar uang” lebih banyak. Tetaplah pada rekomendasi pabrikan.








